Jakarta – Enam tahun lalu Juventus memboyong Andrea Pirlo dari AC Milan saat dia sepertinya sudah habis. Pirlo ternyata masih berkontribusi besar, sebagaimana Dani Alves musim ini.

Entah apa yang dipikirkan petinggi Milan saat pada musim panas 2011 memutuskan melepas Pirlo pergi. Sang Metronom angkat koper San Siro yang sudah ditinggalinya selama 10 tahun untuk kemudian pindah ke Turin untuk memperkuat Juventus.

Massimiliano Allegri (yang masih melatih Milan) ketika itu menyebut Pirlo tak lagi diperlukan dalam skema permainannya. Pirlo sudah berumur 32, mungkin itu jadi alasan Allegri untuk melepasnya. Apalagi ketika itu di Milan sedang bertiup angin peremajaan.

Kalau ternyata sekian tahun kemudian Pirlo dan Allegri bertemu kembali di Juventus, itu adalah sebuah suratan takdir (yang indah) buat Bianconeri. Pirlo jadi satu pilar utama permainan Juventus di bawah Allegri.

Pirlo tercatat sudah memberi empat Scudeto untuk Juventus secara berurutan dari 2011 sampai 2015.

Kalau mau disama-samakan, keberhasilan Juventus mendapatkan Pirlo mirip dengan sukses mereka memboyong Dani Alves. Alves yang merasa dikecewakan manajemen Barca memilih pergi dan berhasil dibujuk untuk berlabuh di Juventus Stadium. Bek kanan asal Brasil itu juga didatangkan dengan nol biaya.

Pirlo dan Alves adalah contoh kecil dari kelihaian strategi transfer Juventus. Dan orang yang berada di belakang itu adalah Giuseppe ‘Beppe’ Marotta. Marotta menjabat direktur sepakbola Juventus. Dia yang bertanggung jawab terhadap semua transfer ‘Si Nyonya Tua’.

Ada Antonio Conte dan Allegri yang menjadi peracik taktik Juventus. Tapi kunci sukses terbesar mereka adalah Marotta dengan kelihaiannya bermain di bursa transfer. Bersama Marotta Juventus tahu kapan harus membelanjakan uang dalam jumlah besar (Gonzalo Higuain misalnya), dan tahu kapan harus menjalani negosiasi yang menguntungkan (Pirlo dan Alves contohnya).

Marotta datang ke Juventus pada tahun 2010. Di musim pertamanya saja dia sudah mendatangkan 14 nama baru, plus melepas 11 pemain.

Selanjutnya dia berhasil melakukan pembelian-pembelian brilian. Salah satunya tentu saja Paul Pogba. Mendatangkan pesepakbola muda asal Prancis itu dengan murah meriah, Juventus ‘memulangkannya’ ke Red Devils dengan sebuah rekor dunia.

Foto: Alessandro Garofalo

Marotta juga jeli melihat Carlos Tevez sebagai pemain yang bisa punya kontribusi saat membawanya dari Manchester City. Daftar sukses Marotta masih panjang. Beberapa di antaranya adalah Kwadwo Asamoah, Mauricio Isla, Fernando Llorente, Alvaro Morata, Patrice Evra, Roberto Pereyra, Stefano Stuari, Hernanes, dan Paulo Dybala.

Marotta juga paham benar apa yang dibutuhkan Juventus di atas lapangan. Saat Pirlo, Tevez dan Vidal pergi, dia dengan cepat memberi pemain pengganti dengan kaliber yang tak tumbang dalam diri Dybala, Hernanes, Mandzukic serta Juan Cuadrado.

Juventus jadi kekuatan yang tanpa tanding di Serie A di dekade ini. Bersama Marotta di belakang layar, Bianconeri kini bisa berharap menjadi raja di Eropa.

(din/cas)


NO COMMENTS