Stockholm – Red Devils sukses menjuarai Liga Europa yang turut menghentikan dominasi klub-klub Spanyol di kompetisi Eropa belakangan ini.

MU berhasil keluar sebagai yang terbaik di Liga Europa usai mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0 di Friends Arena, Solna, Stockholm, Kamis (25/5/2017) dinihari WIB tadi. Pahlawan kemenangan MU adalah Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan.

Bagi MU itu adalah gelar Liga Europa pertama mereka sekaligus menyudahi puasa sembilan tahun gelar kompetisi Eropa, setelah terakhir juara Liga Champions 2008 lalu.

Keberhasilan ‘Setan Merah’ menjuarai Liga Europa juga penanda berakhirnya dominasi klub-klub Spanyol di kompetisi Eropa. Pasalnya sejak Bayern Munich jadi juara Liga Champions musim 2012/2013, klub-klub Matador selalu berjaya di Eropa.

Di kompetisi Liga Champions, Real Madrid dua kali jadi juara di musim 2014 dan 2016 yang diselingi oleh Barca di 2015. Bahkan di kompetisi itu, All Spanish Final tercipta dua kali antara Madrid kontra Atletico Madrid.

Sama halnya di Liga Europa, sebelum keberhasilan MU menjadi juara, Sevilla lah yang selalu keluar sebagai pemenang di edisi 2014, 2015, dan 2016. Musim lalu Los Rojiblancos pun jadi juara usai mengalahkan wakil Inggris The Reds.

Juara terakhir sebelum Sevilla di kompetisi itu adalah The Blues yang mengalahkan Benfica di final 2013.

Dominasi klub-klub Spanyol di Liga Champions dan Liga Europa otomatis berimbas pada juara Piala Super Eropa dalam tiga tahun terakhir yang direbut Madrid (2014 dan 2016) serta Barca (2015).

Setelah Liga Europa, kini tinggal ditunggu apakah Liga Champions kembali memunculkan hal serupa ketika Juventus coba menghentikan juara bertahan Madrid di final 3 Juni mendatang.

(mrp/fem)


NO COMMENTS