Mengenal Kia Joorabchian, Dalang di balik Transfer Coutinho ke BarcaKia Joorabchian (atas) (Foto: Alex Livesey/Getty Images)



Jakarta – Kia Joorabchian disebut-sebut menjadi sosok yang berperan penting di balik kepindahan Philippe Coutinho dari The Reds ke The Catalans. Siapa dia sebenarnya?

The Catalans resmi menggaet Coutinho, pemain yang diincar sejak musim panas lalu. Blaugrana merogoh kocek sebesar 160 juta euro atau sekitar Rp 2,58 triliun.

Kepindahan Coutinho sedianya cukup pelik. Beberapa kali tawaran Barca sejak musim panas lalu sempat ditolak The Reds, yang bersikukuh menjaga sang pemain.

Tapi pada akhirnya Coutinho dilepas juga di bursa transfer Januari ini. Dan sosok yang berjasa mewujudkan transfer itu adalah Kia Joorabchian.

Dilansir Sky Sports, Joorabchian merupakan penasihat ulung dalam urusan transfer pemain. Menariknya, ia tak mau disebut seorang agen layaknya Mino Raiola atau Jorge Mendes.

“Saya bukan agen sepak bola dan saya tidak bertindak sebagai agen. Saya pikir bisnis agensi sangat berbeda,” Joorabchian mengatakan ke Guardian pada 2008.

Nama Joorabchian mulai mencuat saat mengurusi transfer dua pemain Argentina, Carlos Tevez dan Javier Mascherano, ke West Ham United pada 2006. Ketika itu, Media Sports Investment, perusahaan yang dipimpinnya, menyalahi aturan transfer soal third party ownership atau kepemilikan pemain pihak ketiga.

Kendati begitu, banyak yang menganggap Joorabchian tetap berperan seperti agen. Tugasnya adalah membantu transfer seorang pemain ke klub barunya rampung.

Dalam hal itu, Joorabchian punya jam terbang tinggi. Pria berusia 46 tahun yang merupakan fans berat The Gunner itu sukses melepas banyak pemain, yang kebanyakan dari Brasil seperti Robinho, David Luiz, Marquinhos, Willian, Oscar, dan yang terbaru Coutinho.

Joorabchian kini tetap diperhitungkan sebagai sosok ulung di dua per-transfer-an sepakbola. Dan penjualan Coutinho ke Barca, yang bakal rampung hari ini, sekali lagi membuktikan kepiawaiannya.

=====

detikSport pernah membahas dengan lengkap tentang kepemilikan pemain oleh pihak ketiga. Dibagi dalam tiga bagian, ulasannya dari Panditfootball Indonesia bisa dibaca lagi di sini:

Kepemilikan Pihak Ketiga (1): Mementingkan Hak Ekonomi Ketimbang Prestasi

Kepemilikan Pihak Ketiga (2): Tumbuh Subur Karena Liga yang Kurang Makmur

Kepemilikan Pihak Ketiga (3): Menguntungkan (?) tapi Dilarang

(yna/din)


NO COMMENTS