The Catalans – Striker The Catalans Neymar dikabarkan sampai butuh bantuan psikolog, untuk mengatasi sikap buruknya yang dianggap sudah merugikan tim.

Dalam beberapa pertandingan musim, Neymar dianggap banyak melakukan pelanggaran yang tidak perlu dan berujung keluarnya kartu kuning atau bahkan kartu merah.

Sebut saja saat The Catalans menghadapi Paris St-Germain di pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Pemain Brasil itu menendang kaki bek Marquinhos dan membuatnya diganjar kartu kuning.

Lalu yang terbaru adalah melawan Malaga akhir pekan kemarin ketika membuat pelanggaran keras kepada Diego Llorente. Aksinya itu berujung kartu kuning kedua dan membuatnya harus meninggalkan lapangan permainan.

Padahal Neymar tidak seharusnya melakukan pelanggaran itu mengingat sebelumnya dia sudah mendapat kartu kuning karena mengikat sepatu terlalu lama.

Masalah kian bertambah karena saat berjalan meninggalkan lapangan, Neymar malah melakukan tindakan tak terpuji dengan bertepuk tangan kepada ofisial keempat, yang justru memberinya ancaman sanksi lebih lama.

Sikap itu ditenggarai takut diulangi Neymar saat menghadapi Juventus di leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (12/4/2017) dinihari WIB nanti. Sebab kartu kuning di laga itu akan membuat Neymar absen di leg kedua

Diberitakan Sport, Neymar disebut-sebut meminta pertolongan psikolog. Orang yang dituju adalah Joaquin Valdes yang adalah psikolog pribadi Luis Enrique.

Neymar meminta bantuan Valdes agar sikap buruknya tidak berlanjut hingga akhir musim. Harapannya cuma satu agar terhindar dari hukuman yang dapat membuat absem.

Enrique sendiri sempat melarang para pemainnya menggunakan jasa Valdes sebagai psikolog peribadi. Tapi demi kebaikan Neymar, Enrique dikabarkan sudah memberi lampu hijau.

(mrp/raw)


NO COMMENTS