Jakarta – Manajemen Barca sudah punya nama yang dibidik untuk gantikan Luis Enrique. Dua kandidat teratas adalah Jorge Sampaoli dan Mauricio Pochettino.

Barca terancam menjalani salah satu musim terburuknya dalam delapan tahun terakhir. Saat jarak dengan Real Madrid di puncak klasemen La Liga tak kunjung bisa dipangkas – kedua tim terpaut satu angka tapi Madrid punya dua pertandingan sisa lebih banyak -, Blaugrana malah terancam terdepak dari Liga Champions.

Di tengah pekan ini Barca menelan kekalahan telak 0-4 dalam lawatan ke Paris Saint Germain. Lionel Messi dkk memang akan bermain di Camp Nou pada leg kedua, tapi meraih kemenangan minimal 5-0 untuk membalikkan keadaan jelas bukan misi yang mudah.

Publik Barca bukan sekadar mempersoalkan skor akhir di Paris. Yang jadi sorotan besar adalah Barca bermain tidak seperti Barca di malam itu. Barca di bawah Enrique dianggap sudah meninggalkan filosofi yang dibangun pondasinya oleh Johan Cruyff, meski itu sebenarnya bukan hal baru sejak Enrique mulai memimpin di Camp Nou.

Dan kini masa depan Enrique jadi taruhannya.

“Sebelum laga dengan PSG, pilihan ada di Luis Enrique apakah dia akan memperpanjang kontraknya atau tidak, Barca senang melindungi dia. Kini situasinya berubah, dan mereka (manajemen) menyadari ada pemain-pemain yang berpikir Luis Enrique tidak seharusnya bertahan,” ucap kolumnis SkySports, Guillem Balague.

“Dan para pemain merasa Luis Enrique. Sedikit kritik dari Sergio Busquets dan Andres Iniesta yang keluar usai laga dengan PSG menunjukkan kalau bintang-bintang klub tersebut merasa Barca butuh dorongan baru,” lanjutnya.

Menurut Balague saat ini ada dua nama yang sudah disiapkan manajemen Barca untuk menggantikan Enrique. Yang pertama adalah pelatih Sevilla, Jorge Sampaoli. Kandidat lainnya adalah Pochettino, yang kini membesut Tottenham Hotspur.

“Pochettino punya banyak fans di Camp Nou dan saya tidak melihat ada manajer lain yang sebaik dia, plus dia juga paham apa yang diinginkan fans Barca dan tahu apa yang harus dilakukan dengan tim. Tapi dia dulunya adalah kapten Espanyol, dan itu bisa mempersulit kepindahannya ke Barca. Selain itu dia juga merasa punya pekerjaan yang harus dituntaskan di Spurs.”

“Dengan Sampaoli kondisinya berbeda. Juanma Lillo, asistennya, adalah kunci dalam mengembangkan Pep Guardiola sebagai pelatih, berdasarkan kemampuan khususnya dengan positioning dalam permainan sepakbola,” lanjut Balague.

(din/din)


NO COMMENTS