Roma – Kekalahan dari Sampdoria memperpanjang puasa kemenangan AS Roma. Laju mengecewakan itu dipengaruhi dengan kesulitan Roma dalam membobol gawang lawan.

Melakoni laga kandang di Olimpico, Senin (29/1/2018) dinihari WIB, Giallorossi tumbang dengan skor 0-1. Duvan Zapata memastikan Sampdoria meraih angka penuh lewat golnya di menit ke-80. Roma sesungguhnya bisa mengubah hasil akhir, tapi hadiah penalti di babak pertama gagal dikonversi Alessandro Florenzi.

Kekalahan ini menorehkan bahwa Roma sudah tidak unggul dalam enam pertandingan Serie A, dengan hasil tiga seri dan tiga kali menyerah. Alhasil Serigala Ibukota masih terpaku di posisi kelima klasemen usai mengantongi 41 poin, tertinggal tiga poin dari Inter Milan di the big four.

Adapun yang lebih mengkhawatirkan adalah produktivitas gol Roma yang rendah. Sampai pekan ke-22, Roma baru bisa menceploskan total 32 gol, terendah kedua di antara tim-tim 10 besar dan hanya lebih banyak daripada AC Milan di posisi ketujuh.

Roma bahkan hanya bisa mencetak enam gol dalam delapan pertandingan terakhir. Kesulitan yang membuat pelatih Eusebio Di Francesco khawatir.

“25 menit pertama sangat buruk, kami bahkan seperti tidak sedang bertanding dan memaksakan operan-operan pendek. Kami bertahan berkat penjaga gawang kami,” sembur Di Francesco usai Roma dikalahkan Sampdoria.

“Saya tidak suka dengan sikap dan pendekatan awal kami tapi secara obyektif saya tidak paham bagaimana kami bisa gagal mencetak gol ketika memiliki banyak peluang bersih di babak kedua,” lanjut dia kepada Mediaset Premium.

“Saya tidak tahu mengapa kami masuk ke lapangan seperti nyaris ketakutan. Kami sedang kesulitan mencetak gol saat ini dan itu membuat kami dalam masalah besar.”

Di pertandingan berikutnya, Roma akan melawat ke markas Verona, 4 Februari.

()



NO COMMENTS