Cagliari – Perihal tak mengenakkan dialami Sulley Muntari saat Pescara tandang ke Cagliari. Dia jadi sasaran pelecehan rasial oleh fans hingga meninggalkan lapangan.

Peristiwa itu terjadi dalam pertandingan antara tuan rumah Cagliari dan Pescara di Stadio Sant’Elia, Minggu (30/4/2017) malam WIB. Pemain tengah internasional Ghana itu mengaku mendengar hinaan yang berbau rasial dari sekelompok suporter Cagliari.

Di menit-menit akhir pertandingan, Muntari kemudian melakukan protes kepada wasit Daniele Minelli sambil menunjuk kulitnya dan meminta agar pertandingan dihentikan. Namun, wasit yang tampaknya tak mendengar adanya pelecehan rasial kemudian memberi kartu kuning kepada Muntari karena dinilai melakukan protes berlebihan.

Muntari yang marah kemudian berjalan meninggalkan lapangan. Mantan pemain AC Milan itu juga menghampiri sekelompok suporter tuan rumah sambil menunjuk kulitnya.

Foto: Getty Images/Enrico Locci

“Mereka mengeluarkan chant untuk saya sejak awal, kemudian di babak pertama saya melihat di dalam kelompok ada beberapa anak-anak dan para orang tua tak berkata apapun,” ujar Muntari kepada Sky Sport Italia.

“Jadi saya menghampiri orang tua dan memberi mereka seragam saya, agar jadi contoh. Di Curva, masalah berlanjut dengan kelompok suporter lainnya.”

“Saya mencoba berunding dengan mereka, tapi wasit bilang kepada saya agar membiarkannya saja. Saat itulah saya marah. Karena bukannya menghentikan pertandingan, dia memutuskan untuk menghukum saya?”

“Fans salah, tapi wasit harus bertindak berbeda, bukan menuduh saya menyebabkan masalah. Saya korban di sini. Jika ofisial mulai benar-benar menghentikan pertandingan ketika hal seperti ini terjadi, saya yakin ini tidak akan pernah terjadi lagi,” katanya.

Pelatih Pescara, Zdenek Zeman, juga berkomentar soal peristiwa tersebut. Tapi Zeman juga mengindikasikan bahwa Muntari seharusnya tak mengambil keputusan sendiri.

“Muntari medengar chant SARA dan meminta wasit untuk melakukan intervensi. Ada begitu banyak pembicaraan soal apa yang seharusnya kami lakukan, tapi kemudian kami tidak melakukan apapun dan mengelak,” ucap Zeman.

“Muntari membuat kami harus bermain dengan 10 orang, dia pergi atas kemauannya sendiri ketika kami masih bisa berbuat sesuatu di menit-menit akhir. Fans Cagliari terus mengeluarkan chant SARA untuknya dan dia meminta wasit untuk melakukan intervensi.”

“Karena itu Sulley memutuskan untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.”

Laga itu sendiri berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Cagliari. Pescara sudah dipastikan terdegradasi sejak pekan lalu.

(nds/mfi)


NO COMMENTS