Milan – Kemampuan Gianluigi Donnarumma dilirik klub-klub di penjuru Eropa. Namun, Donnarumma dinasihati untuk tidak buru-buru meninggalkan AC Milan.

Donnarumma langsung mencuri perhatian setelah menembus skuat utama Rossoneri pada musim lalu. Di usianya yang masih belia, 18 tahun, Donnarumma tidak tergantikan di bawah mistar gawang.

Kontrak Donnarumma di Milan akan berakhir pada 2018. Selain Juventus, dua raksasa Premier League Manchester City, Red Devils, dikabarkan ingin memboyong pesepakbola Italia itu.

Massimo Taibi pernah bergabung dengan MU di awal era 2000. Namun, kariernya di Inggris berjalan mengecewakan. Bagaimana pun, Taibi menyarankan Donnarumma tetap di Milan. Pasalnya di Inggris, sorotannya jauh lebih besar.

“Perbedaan di antara Serie A dan Premier League? Yang pertama, ada jaraknya. United merupakan satu-satunya klub Inggris yang sangat berhati-hati soal taktik,” kata Taibi kepada Corriere dello Sport.

“Sekarang mereka sudah belajar di Premier League tapi ada beberapa perbedaan yang masih ada. Wasitnya juga memiliki perbedaan prinsip. Sebagai contoh, di Italia mereka akan meniup peluitnya untuk setiap pelanggaran kepada penjaga gawang, sedangkan di Inggris Anda tidak dilindungi. Bahkan [David] De Gea, seorang penjaga gawang yang amat bagus, juga menderita hal semacam ini.”

“Di Inggris tidak ada tekanan dari televisi dari koran. Tapi kalau Gigio bergabung Red Devils atau Manchester City dengan kontrak besar seperti yang saya baca, dia akan dikritik dari kesalahan pertamanya, yang mana di Italia sedikit terjadi.”

“Saya harap Donnarumma tidak akan hengkang. Dia masih berusia 18 tahun dan dia tidak bermain di klub kecil. Masih ada waktu, jadi nasihat saya untuk dia adalah tetaplah di Milan,” ucap Taibi.

Donnarumma telah mengoleksi 11 clean sheet di Serie A musim ini.

(rin/mrp)


NO COMMENTS