Roma – Pemain tengah AS Roma Daniele De Rossi mengiyakan timnya kehilangan sedikit sentuhan teknik. Tapi secara fisik, tim saat ini lebih baik dan itu mengubah gaya bermain.

Roma kehilangan sejumlah pemain kunci di awal musim ini, menyusul kepergian Miralem Pjanic ke Juventus dan Seydou Keita yang habis masa kontrak. Keduanya merupakan pemain-pemain yang dikenal punya kemampuan oleh bola dan visi permainan yang bagus.

Pjanic dan Keita musim lalu menjadi kunci permainan Roma yang mengandalkan penguasaan bola. Tapi perginya dua pemain itu tak lantas membuat pelatih Roma Luciano Spalletti mencari pemain dengan kualitas sepadan atau yang lebih baik.

Spalletti justru fokus pada penguatan lini belakang musim ini, mendatangkan tiga bek tengah yakni Federico Fazio, Juan Jesus, dan Thomas Vermaelen. Dia juga merekrut dua bek sayap yakni Mario Rui dan Bruno Peres.

Fazio dan Peres sejauh ini sudah langsung menjadi kunci dalam benteng Roma, hingga menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling minim kedua setelah Juve. Jesus menjadi pelapis kala rotasi dibutuhkan, sementara Rui dan Vermaelen terhambat karena cedera.

Di tengah, Spalletti kini mengandalkan para pemain petarung seperti De Rossi, Kevin Strootman, dan Radja Nainggolan. Sejauh ini komposisi tersebut terbilang kompetitif karena Roma masih bisa bersaing di papan atas.

“Kami berbeda. Dibandingkan musim lalu, kami mungkin punya sentuhan kualitas yang lebih sedikit. Kami sudah kehilangan pemain-pemain seperti Pjanic dan Keita, yang merupakan pemain dengan kemampuan olah bola fantastis,” kata De Rossi dikutip Soccerway.

“Tapi kami sudah meningkat dalam hal otot dan tinggi badan, dan Anda perlu itu juga di Serie A. Saya rasa kami sama kompetitifnya dengan musim lalu, tapi memang cara bermain kami berbeda dengan sebelumnya.”

“Kami tidaklah lebih baik atau lebih buruk dibandingkan tim yang memenangi semua poin di paruh kedua musim kemarin dan tim saat itu sama menariknya untuk disaksikan dengan tim yang ini,” imbuhnya.

Roma saat ini ada di posisi dua dengan nilai 50 dari 23 pekan, tujuh poin di belakang Juve yang memimpin. De Rossi menegaskan timnya perlu fokus memangkas selisih itu saja dan bukan ke kans juara.

“Target kami adalah Juventus, mereka sudah bertekuk lutut seperti kami juga di 2017, tapi masih tetap di depan kami. Kami masih tujuh poin tertinggal dan yang bisa kami lakukan adalah terus mencoba memperpendek jarak dengan bermain seperti yang kami tunjukkan melawan Fiorentina pada Selasa kemarin dan seperti yang telah kami lakukan untuk beberapa saat belakangan ini,” tandas pemain 33 tahun ini.

(raw/nds)


NO COMMENTS