London – Leicester City butuh prajurit dan gladiator demi menyelamatkan musim mereka. Demikian ditegaskan manajer Claudio Ranieri.

Juara Premier League musim lalu itu sedang berusaha menjauhi zona degradasi dan kekalahan atas Millwall, tim League One, di babak 16 besar Piala FA menambah derita Leicester saat ini.

“Saya ingin bicara lagi kepada para pemain dan mengatakan bahwa kami mesti bertarung di setiap pertandingan,” ujar Ranieri di BBC.

“Saya butuh prajurit, saya perlu gladiator, karena dengan 10 pemain Millwall sudah memperlihatkan para gladiator mereka yang fantastis,” imbuhnya.

Millwall meraih kemenangan melalui gol menit-menit akhir Shaun Cummings, kendatipun memainkan nyaris seluruh babak kedua dengan 10 pemain setelah Jake Cooper mendapat kartu kuning kedua di menit ke-52.

Leicester berikutnya akan melawat ke Sevilla di Liga Champions dan menjamu The Reds di Premier League. Dalam usaha mencari komposisi lebih baik, Ranieri membuat 10 perubahan di The Den.

[Baca juga: Kembalinya Claudio Ranieri si Tukang Utak-atik]

“Ini aneh karena musim lalu kami unggul dengan kondisi seperti ini, dengan tampil lebih bertekad ketimbang lawan dan bermain sepenuh lebih melebihi lawan,” kata Ranieri.

“Kami juga bisa tunduk tapi kami akan bertarung di setiap pertandingan. Saya ingin melihat ini lagi, perjuangan sampai akhir.

“Kekalahan ini bisa bagus buat kami karena ketika Anda tunduk melawan sebuah tim yang bertarung, Anda harus memberi selamat kepada mereka tapi bertanya-tanya kenapa bisa tunduk?” sebutnya.

Leicester saat ini cuma berjarak satu angka dari zona degradasi Premier League. The Foxes terancam menjadi juara bertahan kedua Inggris yang kemudian terdegradasi, setelah sebelum ini terjadi kepada Manchester City pada 1938.

(krs/rin)


NO COMMENTS