Berita Bola TerbaruSergio Aguero merupakan pesepakbola yang banyak merasakan laga derby dalam perjalanan kariernya. Dia pun tahu betul arti kemenangan dalam laga sarat gengsi itu.

Aguero memulai karier sepakbola profesionalnya bersama Independiente di tahun 2003. Klub itu merupakan salah yang punya sejarah oke di dunia sepakbola Argentina dengan 16 kali juara liga.

Klub yang berdiri pada 1905 itu punya persaingan sengit dengan Racing Klub, yang sama-sama berbasis di kota Avellaneda, Provinsi Buenos Aires, Argentina. Ditambah markas keduanya yang cuma berjarak 200 meter.

Simak Juga : Sudah Singkirkan Bayern, Dortmund Ingin Sempurnakan dengan Trofi | Berita Bola Terbaru

Sepanjang pertemuan kedua tim dalam tajuk Derby Avellaneda, Independiente jadi tim yang paling banyak meraih kemenangan. Dalam 222 pertemuan di seluruh ajang resmi, Independiente 84 kali menang, 64 kali kalah, dan 74 imbang.

Bersama Independiente, Aguero merasakan panasnya rivalitas di kota Avellaneda. Dalam bincang-bincang dengan Thierry Henry, pemain 28 tahun itu menceritakan pengalaman pertamanya merasakan sensasi laga derby Avellaneda.

“Sebagai anak laki-laki yang tumbuh di Argentina, derby selalu sangat penting. Orang-orang di sana gila dan sebagai penggemar klub Independiente, kami memburu kemenangan derby dengan cara buruk saat saya masih muda,” kata Aguero seperti dilansir Sky Sports.

“Saya tidak bermain, tapi saya sangat ingin mengalahkan Racing. Saya berada di Independiente dan Racing adalah rival kami. Itulah perasaan awal saya tentang derby dan saya benar-benar ingin memenangkannya, tidak peduli apapun,” tegasnya.

“Saya juga memikirkan sesuatu ketika itu. Orang akan dapat kesenangan untuk waktu yang lama ketika Anda memenangkan derby. Ini jadi pengaruh di seluruh kota. Orang bisa dengan tenang berjalan-jalan di jalanan dengan mengatakan, ‘Kami mengalahkanmu!'” ungkap Aguero.

Selang tiga tahun setelah memulai karier senior bersama Independiente, Aguero berpetualang ke benua Eropa. Dia berseragam Atletico Madrid di usia 18 tahun, dan merasakan nuansa derby satu kota lainnya.

Dalam Derby Madrid, pertandingan berjalan lebih sulit bagai Aguero. Itu tak lepas dari daftar pemain Real Madrid yang lebih oke ketimbang Atletico. Apalagi, sampai saat ini Los Blancos jadi klub yang paling dominan saat bertemu Atletico. Madrid mencatatkan 109 kemenangan, 54 kekalahan, dan 52 kali imbang.

“Saya kemudian pergi ke Atletico Madrid dan derby melawan Real Madrid. Itu sulit. Saya meraih hasil imbang dua atau tiga kali, tapi sebagian besar saya kalah.”

Penggalaman Aguero akan laga Derby kembali berlanjut saat memutuskan hengkang dari Atletico menuju Manchester City pada 2011 silam.

Di Derby Manchester pertamanya, Aguero mendapat hasil yang fantastis. Mantan menantu Diego Maradona itu menyumbang satu gol dalam kemenangan 6-1 The Citizen di Old Trafford pada 23 Oktober 2011.

Andil Aguero dalam laga Derby Manchester juga terjadi pada 8 April 2013. Dia berhasil mencetak gol kemenangan City 2-1 pada menit 78, atau tujuh menit setelah masuk menggantikan Samir Nasri.

Sampai saat ini, Aguero sudah mencetak delapan gol selama berpartisipasi dalam laga Derby Manchester. Pada Jumat (28/4/2017) dinihari WIB, dia butuh tambahan tiga gol untuk menyamai catatan 11 gol Wayne Rooney selaku topskor Derby Manchseter.

“Untung saja (di Derby Manchester) saya sudah lebih banyak menang daripada kalah. Permainan malam nanti sangat penting, karena kita perlu menang untuk memperkuat posisi kita dan meningkatkan peluang untuk lolos ke Liga Champions,” tegasnya.

(rs/rs)


NO COMMENTS