Leeds – Di awal musim, Claudio Ranieri tampak seperti tak tersentuh pemecatan. Tapi setelah 24 pekan, manajer Leicester City itu jadi yang terfavorit untuk dicopot.

Ranieri musim lalu melambungkan Leicester dengan memenangi Premier League, yang kisahnya kemudian disetarakan dengan cerita dongeng. Keberhasilan itu pula yang membuatnya mengawali musim ini jauh dari persaingan manajer-manajer Premier League yang akan dipecat di tengah musim.

Bahkan sampai Desember lalu, Sky Bet sebagai salah satu rumah taruhan terkemuka di Inggris, masih menempatkannya di koefisien 33/1. Tapi kini dia berada di puncak daftar manajer yang difavoritkan untuk dipecat.

Pria Italia itu diberikan koefisien 7/4, menggeser manajer Middlesbrough Aitor Karanka yang sebelumnya di posisi teratas dengan 9/4. Ini tak terlepas dari kekalahan Leicester 0-3 dari Red Devils, Minggu (5/2/2017) malam WIB.

Hasil itu membuat juara bertahan tertahan di posisi 16 dengan nilai 21 dari 24 pekan. Mereka hanya satu poin dari Hull City yang ada di tangga ke-18 atau batas atas zona merah.

Perwakilan Sky Bet menyebut sekarang masa depan Ranieri tergantung pada pemilik klub.

“Sangat tergantung pada seberapa loyal para pemilik dari Thailand terhadap pria yang membawa mereka ke sukses yang nyaris mustahil musim lalu. Tidak ada keraguan, cara mereka bermain tidaklah terlalu bagus untuk turun divisi,” ujar Sandro Di Michele seperti dikutip Sky Sports.

Meski demikian, Leicester belum termasuk tim-tim yang dijagokan Sky Bet bakal turun level, memegang koefisien 11/4. Sunderland, Hull, Crystal Palace, Middlesbrough, dan Swansea City masih punya kans lebih besar untuk terdegradasi.


(raw/din)


NO COMMENTS