LeicesterTinkerman, alias Tukang Utak-atik, adalah salah satu nama julukan Claudio Ranieri. Musim ini jadi saat kembalinya Tinkerman.

Julukan Tinkerman mulai melekat kepada Ranieri ketika ia menangani The Blues, tepatnya pada 2002-03. Gara-garanya, media Inggris menilainya terlalu sering mengutak-atik (merotasi atau menggonta-ganti) skuatnya.

Setidaknya, hasil utak-atik Ranieri pada saat itu membuahkan tiket Liga Champions buat The Blues usai finis keempat berkat keberhasilan mengalahkan The Reds (2-1), yang lantas finis kelima, di hari terakhir musim.

Setelah itu julukan Tinkerman terus melekat dalam karier melatih Ranieri, kendatipun faktanya peracik taktik asal Italia berusia 65 tahun itu tidak lantas hobi-hobi amat mengutak-atik skuatnya.

Musim lalu, misalnya. Mirror menyebut Ranieri cuma 33 kali melakukan perubahan, dari 38 pertandingan, terhadap the winning team Leicester dalam lajunya menjuarai Premier League. Ini jumlah perubahan paling sedikit di divisi itu.

Akan tetapi, musim ini si Tukang Utak-atik sudah kembali lagi. Sampai dengan pekan lalu saja, Ranieri telah melakukan lebih dari 50 perubahan terhadap skuatnya dalam usaha memoles performa dan hasil, secara special di liga.

Foto: Action Images via Reuters / Paul Childs

Hal itu tak lepas dari fakta bahwa Leicester, sang juara bertahan, kini malah terpuruk di papan bawah dan harus berusaha menyelamatkan diri — sebuah kisah yang juga mesti mereka lakoni semusim sebelum jadi kampiun.

Sepanjang 2017, baru ada dua kemenangan yang dipetik Leicester. Keduanya bukan di Premier League melainkan di Piala FA, dengan salah satunya bahkan di ajang replay. Nyatanya, di Premier League musim 2016-17 ‘Si Rubah’ memang baru lima kali unggul dari total 25 pertandingan yang sudah mereka jalani sejauh ini.

Akhir pekan ini tak ada laga krusial dalam upaya Leicester menjauhi zona degradasi — yang kini cuma berjarak satu angka. Akhir pekan ini yang harus dijalani adalah partai 16 besar, babak kelima, Piala FA. Akhir pekan ini yang mesti dihadapi tim Ranieri adalah tim divisi tiga Millwall. Akhir pekan ini si Tukang Utak-atik muncul lagi.

“Saya membuat banyak perubahan. Tim saya baru dan akan ada 10 perubahan lagi,” kata Ranieri di Sky Sports.

“Millwall sudah menyingkirkan dua tim Premier League. Kami tahu itu dan kami pun jadi underdog. Mereka mengalahkan Bournemouth dan kemudian Watford, yang (di papan klasemen) posisinya di atas kami.

“Target kami adalah Premier League. Kami memang main di Piala FA dan Liga Champions, dan kami ingin meraih hasil sebaik mungkin, tapi target kami pada akhirnya adalah agar tetap aman (di Premier League),” sebutnya.

(krs/fem)


NO COMMENTS