Manchester – Willy Caballero kembali jadi andalan Manchester City di bawah mistar gawang dalam dua laga Premier League terakhir. Dia bertekad mengamankan posisi itu.

Caballero sudah dua laga terakhir jadi pilihan Pep Guardiola untuk mengawal gawang City. Hasilnya cukup positif, penjaga gawang asal Argentina itu menorehkan clean sheet kala City unggul 4-0 atas West Ham United dan cuma kemasukan satu gol saat timnya unggul 2-1 atas Swansea City akhir pekan kemarin.

Sebelumnya Caballero sudah 19 pertandingan berturut-turut duduk di bangku cadangan dan menjadi pelapis Claudio Bravo, setelah sempat jadi starter di tiga pekan pertama. Tapi performa tak memuaskan Bravo membuat posisi penjaga gawang utama kembali padanya.

Caballero mengaku belum tahu siapa yang akan ditunjuk untuk memulai laga berikutnya saat bertandang ke Bournemouth. Tapi pria 35 tahun itu siap bersaing dengan Bravo.

“Ketika kami latihan sepanjang pekan, kami menerima indikasi yang sama. Apakah Claudio atau saya, ketika berlatih kami mendapatkan informasi yang sama,” kata Caballero dikutip Sky Sports.

“Jadi kami siap untuk bermain dan tak punya perbedaan dengan manajer dan pemain lainnya. Saya sebelumnya selalu menunggu ajang turnamen, tapi sekarang saya siap untuk setiap laganya.”

“Saya akan mencoba untuk bekerja sangat keras di sisa pekan, tapi manajer yang selalu membuat keputusan untuk tim,” imbuhnya.

Caballero juga mengungkapkan Bravo menunjukkan mentalitas luar biasa menghadapi tekanan yang mengarah padanya saat ini. Penjaga gawang asal Chile itu memang disoroti tajam beberapa waktu belakangan ini.

Bravo baru empat kali clean sheet dari 19 penampilan. Di dua laga terakhirnya, ketika City takluk 0-4 dari Everton dan sebanding 2-2 kontra Tottenham Hotspur, pemain 33 tahun itu dinilai sepatutnya bisa berbuat lebih.

Faktanya dari enam sepakan tepat target yang dihadapi di dua laga tersebut, keenamnya berbuah gol. Opta bahkan mencatat Bravo punya catatan penyelamatan terburuk dalam 24 percobaan tepat sasaran terakhir yang dihadapi.

Dia 16 kali kebobolan dari 24 percobaan tersebut, empat gol lebih banyak dari Artur Boruc di posisi kedua.

“Bukan pekan yang mudah untuknya, tapi sikapnya fantastis. Dia mendukung saya dan kami bekerja sangat keras, dan dia punya pemikiran yang kompetitif, jadi dia bekerja sangat baik,” ujar Caballero.

“Claudio adalah pemain yang fantastis, penjaga gawang fantastis, dan kita harus menghormatinya karena dia mungkin penjaga gawang dengan titel terbanyak di negaranya dalam dua tahun terakhir,” tandasnya.

(raw/krs)


NO COMMENTS