Jakarta – Tim nasional futsal putri tak keberatan untuk membawa pulang satu medali emas dari SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Pasukan Merah Putih optismitis meraihnya.

Timnas futsal putri tak sembarang memasang target. Mereka berbekal hasil positif dari hasil Piala AFF Futsal Antarklub di Myanmar tahun lalu. Pada turnamen itu, timnas salah satunya mengalahkan klub Thailand, Khon Kaen FC, melalui adu penalti 7-6.

“Sesuai dengan yang ditargetkan Satlak Prima kami harus bisa meraih medali emas,” kata pelatih timnas futsal putri, Andre Picessa, saat ditemui detikSport di sela-sela latihan futsal di kawasan Senayan, Jumat (21/7/2017).

Namun, Andre tetap pasang kuda-kuda. Sebab, di atas kertas Thailand masih merupakan tim terkuat di Asia Tenggara.

“Thailand masih menjadi favorit dengan ritme permainan yang di atas negara-negara ASEAN. Myanmar juga punya fighting spirit, dan Malaysia punya faktor yang bisa mengalahkan siapa saja,” katanya.

“Tapi (perlu diingat) tahun lalu tim (JK Angels) yang saya bawa di piala AFF di Myanmar 2016 mengalahkan Thailand. Itu adalah prestasi dan negara-negara lain tidak bisa memandang sebelah mata lagi kepada Indonesia dan target itu (masih) realistis,” tambahnya.

Sebagai gambaran, SEA Games 2011 di Jakarta, futsal putri hanya mencapai posisi empat, hasil yang sama diperoleh saat dua tahun berikutnya di Myanmar. Sementara saat SEA Games di Singapura, futsal putri tidak dimainkan. Thailand sendiri berstatus juara bertahan sejak SEA Games 2011. Sementara Vietnam runner-up.

“Saya kira dengan latihan keras, doa sudah, ya tinggal yang Tuhan yang menentukan. Karena ketika kita punya tujuan ya harus (paling) tinggi dan semoga tahun ini bisa meraih medali emas,” ujarnya.

(mcy/fem)


NO COMMENTS