Jakarta – PSSI menuntut para wasit di ajang Piala Presiden 2017 untuk bekerja dengan adil. Tantangan itu disambut hangat oleh para wasit.

Hal itu seperti diungkapkan salah satu wasit, Thariq Al Khatiri, menatap ajang Piala Presiden yang akan kickoff pada 4 Februari mendatang. Sebanyak 58 wasit akan bertugas di turnamen pramusim menatap kompetisi Liga 1.

Sebanyak 38 orang dari pengadil lapangan itu sudah diambil sumpahnya agar bisa menjalankan tugasnya dengan bagus. Pengawasan pun dilakukan lebih ketat, yang melanggar bakal dicoret dari perwasitan Indonesia.

Thariq mengaku peringatan tersebut menjadi motivasi baginya agar bisa bekerja lebih maksimal. Tak ada ancaman atau tekanan yang dia rasakan.

“Kalau kami sangat antusias agar kerja bisa lebih kerja maksimal dan tanpa tekanan. Karena ada yang melindungi dari awal (PSSI),” ujar Thariq, saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/1).

“Kami jadikan ini sebagai penyemangat. Namanya manusia pasti melakukan kesalahan itu wajar, yang penting tidak ada niatan apa-apa. Tidak jadikan beban, tapi motivasi dan tantangan,” kata wasit yang sudah mengantongi lisensi FIFA itu.

Pada Piala Presiden 2017, wasit berusia 28 tahun itu mengaku merasakan sedikit perbedaan. Jika sebelumnya janji wasit diucapkan pada hari pertandingan, saat ini PSSI melakukannya dua hari sebelum laga.

Tak hanya itu, para wasit nantinya akan bekerja memimpin pertandingan secara bergantian.

“Dulu, 10 orang wasit satu venue tidak pulang-pulang selama 12 hari misalnya. Stay disitu sampai selesai penyisihan grup. Kalau sekarang, H-1 datang, H+1 pulang. Karena jarak waktunya terlalu lama. Jadi kami belum tahu, misalnya kami mimpin grup A, besok kemana belum tahu,” ungkapnya.

(ads/cas)


NO COMMENTS