Bekasi – Ricky Nelson ditunggu tugas berat sebagai caretaker Pusamania Borneo FC. Dia gugup harus menangani pemain sekelas Shane Smeltz dan sekaligus dituntut untuk memperbaiki laju PBFC.

Ricky mendapatkan jabatannya sebagai pengganti Dragan Djukanovic, yang dicopot dari jabatannya Kamis (13/7/2017). Ricky bukanlah orang baru di PBFC. Dialah pelatih yang mengantarkan tim berjuluk Pesut Etam itu menjadi runner-up Piala Presiden 2017.

Dia bertugas untuk membuat PBFC lebih konsisten di Liga 1. Bersama Djukavonic, PBFC menunjukkan hasil naik turun di Liga 1 musim ini. Utamanya, pada laga-laga tandang, dengan enam kekalahan dari delapan laga tandang yang dilakoni.

Ricky akan menjalani laga pertamanya bersama PBFC di LIga 1 ini saat bertandang ke markas Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga. Laga itu dihelat Minggu (16/7/2017) malam WIB.

“Kita semua tahu kalau tim tandang tidak selalu diuntungkan. Tapi, itu jadi tantangan kami, bagi saya ini jadi kesempatan pertama untuk curi poin di laga tandang. Dengan itu, kami berarti bisa membayar kepercayaan dari manajemen, masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur, dan tentu suporter Borneo FC,” tutur Ricky dalam konferensi pers di Bekasi, Sabtu (15/7/2017).

“Jika kami bisa berikan yang terbaik lawan Persija, kami yakin di laga selanjutnya akan berjalan baik dan suporter akan lebih banyak lagi datang di laga kandang. Tujuan kami di akhir musim juga ingin menembus posisi tiga besar, dan (sekali lagai) ini harus jadi momentum kebangkitan,” kata pria yang pernah menjadi agen pemain itu.

Ricky membenarkan tugas tersebut tak akan mudah. Dia juga harus mengatasi rasa gugup karena harus menangani pemain Selandia Baru, Smeltz, yang diikat PBFC sebagai marquee player.

Smeltz pernah membobol gawang Italia di Piala Dunia 2010. Dialah yang membawa Selandia Baru unggul 1-0 di menit ketujuh sebelum dibalas Vincenzo Iaquinta menjadi 1-1, yang sekaligus jadi skor akhir pertandingan. Berkat gol Smeltz, Selandia Baru berhasil menyingkirkan Italia di babak grup dengan status juru kunci.

“Jujur saya nervous. Karena, saya harus menangani pemain yang membobol gawang Italia di Piala Dunia. Untuk mengatasi itu, saya harus banyak belajar dan mencari tahu kekurangan dan kelebihan Smeltz,” kata Ricky.

(fem/fem)


NO COMMENTS