Jakarta – Ricardo Salampessy menyayangkan peraturan pembatasan usia di Liga 1 dan Liga 2. Aturan itu membuat banyak pemain senior yang masih mampu bersaing harus pensiun dini.

PSSI sudah memutuskan bahwa setiap klub di Liga 1 hanya memiliki dua pemain yang usianya di atas 35 tahun. Setiap klub juga wajib memiliki lima pemain U-23, dengan tiga di antaranya wajib bermain selama 45 menit pada masing-masing pertandingan nanti.

Sementara di Liga 2, aturan pembatasan usia hanya mengizinkan lima pemain dengan usia 25-35 tahun.

Peraturan itu terus menuai pro dan kontra dari pemain dan pelatih. Bek Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy, sempat bereaksi melalui akun media sosial pribadinya. Menurut Ricardo aturan itu akan makan banyak korban.

“Itu cuma ungkapan hati saya, adanya peraturan ini juga bukan pemain senior saja yang pusing, pelatih juga ikut pusing. Saya senang jika banyak pemain muda yang muncul, tapi mereka butuh proses yang ketat untuk masuk tim inti,” kata Ricardo saat dikonfirmasi oleh detikSport.

“Yang kena dampak bukan hanya Mat Halil. Banyak pemain senior yang masih sanggup bersaing jadi tersisih. saya dengar M. Ridwan di Sriwijaya FC juga harus menjadi korban. Padahal dia mainnya masih bagus. Cristian Gonzales juga kena dampak, padahal dia baru jadi top skor di Piala Presiden.”

“Kekuatan Persipura sejauh ini juga masih mengandalkan pemain senior, walaupun banyak bibit muda yang bagus di sini. Saya sendiri ke depannya ingin jadi pelatih. Tapi, itu butuh proses. Ada kesiapan mental yang perlu diasah,” sambungnya.

APPI (Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia) dikabarkan akan segera berdialog dengan PSSI untuk mencari jalan tengah terkait nasib pemain-pemain senior di Indonesia. Namun, sejauh ini belum ada kepastian hari pertemuan dari kedua belah pihak.

“Saya yakin APPI akan memberi banyak masukan kepada PSSI. Semoga pertemuannya berjalan lancar,” harap Ricardo.

(fem/fem)


NO COMMENTS