Jakarta – Aturan pembatasan usia pemain yang tampil di Liga 2 sudah melahirkan pro-kontra; ada yang tak setuju dan sebaliknya ada yang menyambut baik.

PSSI dan operator PT Liga Indonesia Baru memutuskan setiap klub Liga 2 cuma boleh punya lima pemain yang usianya di atas 25 tahun. Hal itu membuat sejumlah pemain profesional terpaksa pensiun dini karena tak memenuhi kriteria.

Salah satu yang kurang sepakat dengan pemberlakukan aturan itu adalah Manajer Persatu Tuban Fahmi Fikroni. Ia berharap aturan itu masih bisa dipertimbangkan lagi karena ada pemain yang masih bagus walaupun tak lagi muda.

“Contohnya adalah Cristian Gonzales. Usianya sudah 40 tahun tapi dia masih menjadi striker subur dan itu sudah dibuktikan,” ujar Fahmi saat dihubungi, Jumat (31/3/2017).

Di sisi lain, ada pula yang mengapresasi aturan itu dengan lebih positif. Pelatih Martapura FC Frans Sinantra, misalnya, karena dengan demikian pemain-pemain muda lebih bisa mendapatkan banyak jam terbang.

“Kalau itu saya setuju, karena ke depan kami punya pemain-pemain bagus,” kata Frans.

Selain aturan usia pemain Liga 2, salah satu hal yang lain yang ramai diperbincangkan adalah mengenai subsidi sebesar Rp 500 juta, yang jumlahnya berbeda dengan Liga 1 yakni sebesar Rp 7,5 miliar.

“Memang sangat tumpang tindih sekali ya. Tapi kami juga tidak bisa menekan karena jumlah klub Liga 2 banyak. Tapi kami saat ini kami sudah punya antisipasi dengan mencari sponsor, Alhamdulillah sekarang sudah ada,” kata Fahmi.

(ads/krs)


NO COMMENTS