Samarinda – Pusamania Borneo FC mengeluhkan rancangan Liga 1 yang akan kickoff pada pekan depan. Tapi, Pesut Etam menyepakati peraturan yang bakal diterapkan.

Draft rancangan Liga 1 sudah beredar sejak tengah pekan ini. Rancangan itu langsung mendapatkan tanggapan dari pihak klub, utamanya soal paket pertandingan tandang.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, maka paket laga tandang itu erat kaitannya dengan pengeluaran klub saat melakoni away.

PBFC adalah salah satu klub yang mengeluhkan rancangan itu. Wajar saja mereka protes, sebab ada satu rancangan tim asal Samarinda itu yang tak masuk akal.

PBFC melakoni laga kandang melawan PSM Makassar pada 31 Mei mendatang, lalu harus bertandang ke markas Madura United sehari setelahnya.

Selain itu, pada kompetisi kali ini tak ada paket laga tandang seperti kompetisi sebelumnya. PBFC mencontohkan laga lawatan Papua dan ke Indonesia timur yang akan lebih efisien dilakoni dengan suatu tur.

“Agenda sudah diterima, tapi ada beberapa yang kurang pas. Agenda kurang ideal untuk tim. Sebagai contoh, PBFC bermain di kandang tanggal 31 Mei, lalu 1 Juni sudah harus bertandang ke kandang Madura United,” kata presiden PBFC, Nabil Husein, saat berbincang dengan detikSport lewat sambungan telepon.

“Selain itu, menyangkut tim-tim Papua. Sebaiknya agar satu paket saja. Laga tandangnya sekalian. Ini terkait dengan biaya yang dikeluarkan. Sekali lagi, ini demi kebaikan bersama,” tambahnya.

Terkait peraturan penggunaan pemain muda, PBFC tak mengeluhkannya. Mereka memang sudah bersiap sejak setahun terakhir. Mengenai peraturan lainnya, PBFC sepakat dengan PSSI.

“Soal peraturan, kami ikut PSSI. Pak Edy pastinya sudah memikirkan itu matang-matang. Meskipun ada aturan yang tak sesuai dengan FIFA dan AFC. Semoga saja itu menjadi yang terbaik,” kata Nabil.

“Soal peraturan penggunaan pemain muda, kami tak ada kendala. Saya sudah mempersiapkannya sejak tahun lalu, dari akademi. Sehingga, kami sudah mempunyai stok,” tambahnya.

(cas/fem)


NO COMMENTS