Jakarta – Pusamania Borneo FC (PBFC) resmi memecat Dragan Djukanovic. Kini Pesut Etam untuk sementara diasuh oleh Ricky Nelson selaku caretaker.

Berakhirnya kerjasama antara Dragan dan Borneo FC dinyatakan langsung oleh Syadli Awad selaku direktur utama PT Nahusam Pratama Indonesia. Ricky Nelson untuk sementara akan memimpin tim Borneo untuk menghadapai Persija Jakarta di akhir pekan ini.

“Benar, keputusan itu berlaku per hari ini, jadi tim bakal dipegang caretaker dulu. Dan kami tunjuk Ricky Nelson mengisi posisi tersebut, dia juga sudah sepakat dan lawan Persija nanti, dia yang dipercaya,” kata Syadli seperti dikutip situs resmi Borneo FC.

Selama membesut Borneo, Dragan sebetulnya tidak meraih hasil yang jelek-jelek amat. Menjalani 14 laga, pelatih asal Montenegro itu menuliskan enam kemenangan, dua hasil sebanding dan enam kali tumbang.

Catatan buruk Dragan baru terlihat jika dikerucutkan ke laga tandang. Dari lima laga tandang yang dilalui, Borneo cuma mampu meraih satu poin, yang kala itu didapat di markas Persib Bandung.

Sementara itu, Ricky akan memulai debut melatih di Liga 1 dalam laga tandang melawan Persija pada Minggu 16 Juli nanti. Pertandingan itu dianggap Ricky sebagai tantangan.

“Ya, saya jadi pelatih sementara Borneo. Ini jadi tantangan untuk saya. Saya akan berupaya untuk mencari poin di laga tandang,” kata Ricky kepada detikSport.

Ricky sebetulnya bukan orang asing lagi untuk Boreno. Pada Piala Presiden yang lalu dia berhasil membawa ‘Pesut Etam’ jadi finalis meski turun dengan tim lapis.

Setelah perhelatan Piala Presiden usai pada Maret lalu, Ricky beralih ke akademi Borneo FC dan mengurusi aktivitas U-15, U-16, dan jadi pelatih kepala Borneo FC U-19. Selama mengurusi akademi, mantan agen pemain itu juga sempat mengambil lisensi A kepelatihan di Singapura.

Meski sudah mengambil lisensi A di Singapura, Ricky belum berharap bisa diangkat sebagai pelatih kepala tim senior Borneo. Dia sejauh ini hanya mau fokus di tiga laga sisi sebelum masuk putaran kedua Liga 1.

“Sementara ini sudah lisensi A. Tidak lama setelah Piala Presiden saya ke Singapura hampir sebulan lebih. Saya ambil lisensi A di sana bulan April. Banyak orang yang belum tahu,” tambahnya.

“Itu nanti kembali kepada manajemen saja (pelatih kepala). Mereka juga harus evaluasi lagi setelah putaran pertama. Jadi, saya fokus saja dulu di tiga laga nanti,” tegasnya.

(din/din)


NO COMMENTS