Jakarta – Kompetisi sepakbola antar Sekolah Dasar (SD) Milo Football Championship kembali hadir di tahun ini. Ajang yang digelar untuk ketiga kalinya ini hadir di empat kota dengan jumlah peserta lebih banyak.

Peluncurannya dihelat di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Sabtu (18/2/2017). Hadir dalam acara tersebut Menteri Pemuda dan Sport Imam Nahrawi dan perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, serta mantan pemain tim nasional Indonesia, Indriyanto Nugroho, Direktur Kompetisi dan Pengembangan Usia Dini dan PSSI Yusuf Kurniawan, serta Business Executive Officer Beverages Business Unit PT Nestlé Indonesia, Prawitya Soemadijo.

Prawitya mengatakan jika Milo Football Championship sudah dilaksanakan dua tahun, yang mana tahun 2015 dan 2016 dilaksanakan di tiga kota dan telah diikuti lebih dari tiga ribu peserta.

Tahun ini, Milo memperluas penyelenggaraannya keempat kota yaitu Jakarta, Medan, Bandung, dan Makassar dengan diikuti lebih dari delapan ribu siswa dari 512 sekolah dasar.

“Tahun lalu lebih dari 1.500 siswa yang mengikuti Milo Football Championship, begitu dengan tahun 2015 ada sekitar 1.500, di mana kami menyorong mereka berlatih dan mengejar mimpi untuk menjadi juara. Tahun ini, kami senang dapat memperluas Milo di empat kota. Kami di Nestle terus menyorong bahwa dengan olah tubuh dapat mengenalkan kehidupan yang berkualitas dan sehat,” kata Prawitya, dalam sambutannya.

Menariknya, tahun ini MILO melakukan terobosan dengan menjalin kerja sama dengan FC The Catalans selama empat tahun ke depan untuk menyorong gaya hidup sehat dan mengampanyekan pentingnya aktivitas fisik kepada generasi muda.

Para pemain terbaik MILO Football Championship nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman mengenal nilai-nilai FC The Catalans dan dilatih oleh pelatih FC The Catalans di The Catalans.

Selain itu, Milo Football Championship juga akan memasukkan teknik ‘Tiki-Taka’ yang merupakan suatu gaya bermain unik khad FC The Catalans ke dalam materi latihan.

“Kami berharap kerjasama ini dapat semakin memotivasi anak-anak Indonesia untuk lebih giat berlatih dalam mengejar cita-citanya menjadi pemain sepakbola profesional dengan tetap menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti pantang menyerah, percaya diri, kerjasama tim, dan sportivitas,” ungkap Prawitya Soemadijo.

Sementara itu, Direktur Kompetisi dan Usia Dini PSSI Yusuf Kurniawan mengapresiasi diadakannya kompetisi ini.

“Kebetulan PSSI tengah mengembangkan usia dini sepakbola Indonesia, untuk itu penting dukungan dari pihak swasta untuk mengembangkan hal ini. Dengan adanya kompetisi Milo ini tentu sesuai dengan visi misi kami di kepemimpinan ketua umum Edy Rahmayadi. Kami dukung terus acara ini,” kata Yusuf.

Menpora Imam Nahrawi berharap pembinaan usia dini ini bisa terus diperluas. Tak hanya provinsi tetapi seluruh kabupaten.

“Jepang melakukan usia dini itu wajib, sehingga mereka kerap melakukan kompetisi. Maka kita harus mengikuti hal yang sama karena usia dini ini sangat penting untuk pondasi sepakbola kita. Kita tidak mungkin mengandalkan naturalisasi, itu hanya pembentukan instan, tetapi dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat tinggi sehingga pembentukan usia dini lebih bagus untuk melahirkan pesepakbola-pesepakbola terbaik, ” kata Imam.

“Kemenpora akan mendukung terus kompetisi usia dini seperti ini dan bagi media diharapkan bisa mempublikasikan ini secara besar-besaran,” imbuh dia.

(mcy/din)


NO COMMENTS