Jakarta – Menteri Pemuda dan Sport Imam Nahrawi meminta Egy Maulana Vikri untuk pulang jika tim nasional Indonesia memerlukan tenaganya. Hal itu harus tertera jelas dalam kontrak Egy dengan Lechia Gdansk.

Egy sudah diperkenalkan sebagai pemain Lechia pada Minggu (11/3/2018). Dia diikat kontrak tiga musim, namun kontraknya dengan klub Polandia itu baru aktif pada 8 Juli 2018 setelah usianya genap 18 tahun.

Di saat kontrak Egy aktif, Timnas Indonesia U-19 sedang menjalani turnamen Piala AFF U-18 di Indonesia pada 2-14 Juli 2018. Pemain asal Diklat Ragunan ini akan menjadi bagian dari skuat besutan Bima Sakti.

Pada Oktober mendatang, Timnas U-19 juga akan kembali menjalani turnamen bergengsi. Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Asia U-19.

Imam menegaskan bahwa Egy harus bisa membela Indonesia jika dipanggil pelatih. Imam ingin hal tersebut dengan mantap dijelaskan dalam kontrak antara Egy dan Lechia.

“Kami sudah minta kepada siapapun, yang main di luar negeri, ketika timnas memerlukan hukumnya wajib pulang ke tanah air,” kata Imam saat ditemui di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2018) malam WIB.

“Saya minta kepada Egy dan manajernya dalam kontrak harus jelas, bahwa saat timnas melakukan TC atau pertandingan harus diizinkan pulang. Bila timnas memerlukan harus pulang dan itu harus tertera di kontraknya. Makanya saya akan panggil mereka untuk laporan hasil kemarin,” Imam menegaskan.

—————–

Dapatkan 10 merchandise menarik dari detikcom, dengan mengikuti survei ini.

(ran/mfi)



NO COMMENTS