Jakarta – Mantan presiden Barca, Joan Laporta, berkunjung ke Jakarta hari ini. Dia turut merayakan hari ulang tahun Kopassus ke-65 sekaligus melihat perkembangan sepakbola Indonesia.

Laporta hadir dalam acara HUT Kopassus di Lapangan sepakbola Kopassus, Cijantung, pada Minggu (2/4/2017). Dia didampingi oleh pengusaha Indonesia Tomy Winata, dan pemilik klub Valencia, Peter Lim. Mereka disambut Panglima TNI Gatot Nurmantyo selaku tuan rumah.

“Saya datang ke sini atas undangan dari Bapak Peter Lim dan Bapak Tomy,” kata Laporta, saat ditemui di lapangan Atang Sutrisna, Cijantung.

Tomy lebih aktif berbicara dalam acara itu. Dia menyebut kedatangannya adalah untuk ikut berkontribusi dalam memajukan PSSI ke level dunia.

“Saya sangat terpanggil untuk PSSI agar ikut bisa kontribusi supaya PSSI top di dunia. Saya tidak tanam modal tetapi tanam doa. Memang tidak boleh? doa saya manjur loh,” kata Tomy.

Joan Laporta di markas Kopassus Cijantung, Minggu (2/4/2017) Foto: Rengga Sancaya/detikSport

Saat dikonfirmasi tentang spekulasi tugas Laporta sebagai konsultan klub PS. TNI, Tomy tak menjawab secara lugas.

“Ya ini sedang bicara. Saya tidak tahu, ini baru perkenalan. Saya sekarang doain klub untuk maju semua. Pokoknya apapun pengalaman dia, saya minta ahli-ahli sepak bola menyerap pengetahuannya. Dia bisa membagi pengetahuannya dari Barca dan bisa dimodifikasi dengan cara Indonesia,” ujar Tomy.

“Beliau bisa memberikan kepelatihan di Barca dan bisa diambil hikmah dan dimodifikasi dengan cara Indonesia. Inshallah bisa membangun PSSI dan klub-klub Indonesia,” tambah dia.

Hal yang sama diungkapkan Peter. Menurutnya, dengan kehadiran mantan Presiden Barca bisa memberikan dampak yang positif bagi persepakbolaan Indonesia.

“Kalau saya lihat positif ya mantan presiden Barca yang mana dia sudah banyak memberikan trofi, tetapi mau datang ke Indonesia tentu luar biasa,” kata Peter.

“Di sini beliau hanya mau sharing banyak hal dari hal-hal pembinaan sampai hal hal kecil mengenai sistem bola yang benar,” imbuh Peter.

“Indonesia sudah jadi suatu hal yang bisa lebih dilihat lagi. Mudah-mudahan dengan sistem dan komitmen yang benar kita bisa bicara lagi at least di level Asia,” ujar dia.

(mcy/fem)


NO COMMENTS