Jakarta – Liga 1 bergulir sepekan lagi. Klub-klub kontestan belum benar-benar memegang aturan dan rancangan pertandingan resmi.

Perubahan pengurus PSSI menumbuhkan ekspektasi tinggi oleh banyak pihak bakal ada perubahan wajah sepakbola Indonesia. Langkah PSSI mendatangkan Luis Milla sebagai pelatih tim nasional menjadi salah satu indikasi itikad baik PSSI untuk berbenah.

Namun, proses penyiapan Liga 1 dengan tersendatnya penunjukkan operator liga yang kemudian diikuti munculnya peraturan-peraturan yang tak lumrah membuat kening-kening berkerut. Klub-klub kontestan menyatakan pro dan kontra. Di antaranya, soal pembatasan usia, penggunaan marquee player, dan pergantian lima pemain dalam satu pertandingan. Juga, tidak adanya hadiah dan waktu dimulainya kick-off Liga 1

PT Liga Indonesia Baru mengatakan rencana peraturan Liga 1 sudah disosialisasikan lewat draft kepada pengurus klub. Namun, mereka mengiyakan belum memiliki aturan resmi sampai hari ini alias delapan hari menjelang kompetisi bergulir.

Chief Operation Officer PT LIB Tigor Shalom Boboy mengiyakan baru melemparkan rencana peraturan berupa drat kepada klub-klub peserta. Dia masih butuh waktu untuk menggedok peraturan itu.

“Pada prinsipnya (tentang peraturan liga) yang masih menjadi pertanyaan mendasar ada pada pemakaian pemain U-23, kami tetap menggunakan pergantian pemain 23 dengan 3+2,” kata Tigor yang dihubungi detikSport, Jumat (7/4/2017).

“Sore ini peraturan akan kami rilis resmi kepada klub. Sudah final,” imbuh dia.

Sejauh ini, rencana peraturan Liga 1 memang hanya menjadi konsumsi klub. Kepada publik, lewat media, para pejabat teras PSSI dan PT LIB mengungkapkan lewat pernyataan lisan.

Pelatih Persela, Herry Kiswanto, juga belum menerima secara utuh peraturan Liga 1. Dia berharap PSSI dan PT LIB segera merilis peraturan anyar itu.

“Saya belum bisa bilang apa-apa soal peraturan liga, karena saya belum memegang peraturan sah dari PSSI ataupun PT Liga Indonesia Baru. Saya tidak tahu apakah manajer sudah memiliknya juga atau belum,” kata Herry Kiswanto, pelatih Persela, yang dihubungi detikSport.

Bahkan, Herry belum memiliki rincian rancangan Liga 1. Dia belum mengetahui pertandingan apa saja yang akan dijalani para pemain Persela mulai 15 April nanti.

“Manajer saya sedang ke Jakarta hari ini, semoga segera ada kejelasan soal peraturan liga dan rancangan,” kata pria yang akrab disapa Herkis itu.

General Manager (GM) Arema FC, Ruddy Widodo, mengklaim Arema FC sudah memiliki draft rincian peraturan Liga 1. Namun, tak ada di tangannya.

“Sudah ya mestinya, tapi ada di sekretaris tim. Saya sendiri tidak memilikinya. Agenda juga sudah ada, full satu musim,” tutur Rudy.

Sementara itu, Tigor menyebut rancangan rancangan sudah diserahkan kepada klub-klub LIga 1. Kini mereka tengah mengumpulkan respons klub sebelum mengesahkannya.

“Untuk rancangan Liga 1, kami masih menunggu feedback dari klub setelah draft kami kirimkan. Muncul keberatan dari beberapa klub soal rancangan, misalnya Persipura yang dijadwalkan bermain saat Paskah, dan lain-lain. Agenda masih akan geser-geser,” tutur dia.

Peraturan yang ditawarkan PSSI pada Liga 1 2017

1. Kickoff pada 15 April 2017 di Bandung antara Persib lawan Arema FC dan berakhir 12 November 2017
2. Peserta 18 tim tanpa pembagian grup
3. Format kompetisi penuh dengan sistem home dan away
4. Nama resmi kompetisi Gojek Traveloka Liga 1
5. Setiap klub maksimal memasukkan 20 pemain dalam daftar susunan pemain pada satu pertandingan
6. Setiap klub hanya bisa menggunakan maksimal 2 pemain dengan usia di atas 35 tahun
7. Setiap kalub minimal memasukkan lima pemain U-23 dalam daftar susunan pemain, dengan 3 menjadi starter
8. Setiap klub wajib memainkan tiga pemain U-23 minimal 1×45 menit
9. Pergantian pemain dalam satu pertandingan maksimal lima pemain (masih dikonsultasikan dengan FIFA)
10. Tidak ada lagi water break di tengah pertandingan
11. Batas minimal salary cap Rp 5 miliar dan maksimal Rp 15 miliar, tanpa menghitung gaji marquee player.
12. Pemain berstatus marquee player bebas usia
13. Marquee player harus pernah tampil di salah satu dari tiga Piala Dunia terakhir (2014 atau 2010, atau 2006) atau pernah tampil pada delapan liga paling elite di Eropa (2009-2017). Liga-liga itu adalah Liga Inggris dan La Liga Spanyol serta Serie A Italy, Bundesliga, Liga Belanda, Liga Prancis, Liga Turki dan Liga Portugal.
14. Tiga tim paling bawah pada klasemen akhir otomatis terdegradasi tanpa melalui playoff
15. Hak siar dimenangkan TV One
16. Masing-masing kesebelasan Liga 1 akan mendapatkan dana awal (atau modal, atau subsidi, atau apapun istilahnya) sebesar 7,5 miliar rupiah.
17. Tidak ada hadiah, namun klub berpotensi menerima dana hingga 17 miliar rupiah jika menjadi juara di akhir musim (dari kontribusi komersial 7,5 miliar rupiah, pengaruh posisi kesebelasan, rating televisi, dan lain sebagainya).

Sumber: rangkuman dari pernyataan-pernyataan PSSI dan PT LIB di detikSport

(fem/din)


NO COMMENTS