Jakarta – PSSI telah memberikan laporan data pemain asing di Piala Presiden 2017 ke Badan Sport Profesional Indonesia (BOPI). Namun laporan itu masih belum lengkap.

Untuk diketahui, BOPI telah mengeluarkan surat rekomendasi Piala Presiden 2017 kendati data pemain asing saat itu belum disertakan. Nah, pekan lalu PSSI menyetorkan data pemain asing tersebut untuk melengkapi laporan, namun sayangnya masih ada perkara penting yang justru tertinggal seperti kontrak dan visa kerja.

“Laporan dari PSSI sudah masuk dari minggu lalu tapi baru sebatas sampai nama-nama saja. Totalnya ada sekitar 30 sekian pemain dan bermain di klub apa,” kata Sekretaris Jenderal BOPI Heru Nugroho lewat sambungan telepon dengan detikSport, Minggu (12/2/2017).

“Nah, rencananya pekan depan kami akan bertemu dengan PSSI untuk membahas soal ini. Sebab, alasan mereka kan kontrak pemain asing belum ada. Jadi laporan belum lengkap. Padahal negara sudah menetapkan pemain asing yang datang ke Indonesia meskipun hanya satu hari kerja tetap harus pakai visa kerja bukan visa kunjungan,” ungkap dia.

Heru menilai perihal seperti ini terjadi kembali karena terbiasa menganggap remeh perkara. Dia juga menyayangkan sejumlah klub yang sudah menurunkan pemain asing meski syarat-syaratnya belum lengkap.

“Ya, mungkin karena PSSI sudah kebiasaan. Jadi begitulah. Kami sih bilang jika tidak selesai juga kami laporan ke imigrasi, karena kami sudah dipercaya untuk ketaatan profesional dari Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja) atau imigrasi. Penindakan dari sana,” sambung Heru.

“Seharusnya belum boleh dimainkan. Tetapi sepertinya sudah ada klub yang menurunkan. Kami cuma ingin PSSI mentaati peraturan negara.”

“Kalau sampai dilanggar ya konsekuensinya kami serahkan kepada yang punya otoritas. Dalam hal ini Kemenaker, kayaknya bereslah nanti di lapangan. Saya pun berharap agar Kemenaker atau Imigrasi harus tegas juga,” pungkas dia.

(mcy/raw)


NO COMMENTS