Malang – Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, mengeluhkan kepemimpinan wasit saat melawan Arema FC di Piala Presiden. Dia juga memuji atmosfer stadion Kanjuruhan.

Saat melakoni pertandingan melawa Arema FC, Bhayangkara FC menelan kekalahan dengan skor akhir 0-2. Gol dalam pertandingan itu dicetak oleh Esteban Vizcarra dan Dendi Santoso.

Di pertandingan, Minggu (5/2) sore WIB itu, Bhayangkara FC harus bermain dengan 10 pemain setelah Putu Gede Juni mendapat kartu kuning kedua usai melanggar Vizcarra.

Hal itulah yang keluhkan oleh Simon, sampai dia bilang bahwa belum ada suatu hal yang berubah di sepakbola Indonesia.

“Saya bingung dengan keputusan wasit Putu Gede diberi dua kartu, kuning dan merah hanya karena pelanggaran begitu saja. Dan kami bisa mengatakan, belum ada yang berubah dalam sepakbola Indonesia,” kata Simon saat sesi jumpa pewarta.

Saat dijamu Arema, Bhayangkara FC merasakan tekanan yang hebat dari Aremania yang datang langsung ke stadion. Simon mengaku sangat terkesan.

“Bermain disini (Kanjuruhan) memang sangat sulit. Arema tim kuat dengan dukungan suporter dan stadion yang sungguh mengintimidasi,” ungkap pelatih asal Skotlandia itu.

(/fem)


NO COMMENTS