Jakarta – Egy Maulana Vikri mengisahkan pengalaman menjalani trial di luar negeri. Dia mengaku sempat berlatih dengan salah satu klub, Liga Prancis, AS Saint Etienne.

Menteri Pemuda dan Sport, Imam Nahrawi, yang didampingi oleh Deputi III Bidang Pembudayaan Sport Kemenpora Raden Isnanta dan Asisten Deputi Bindang Sentra Pembinaan Kemenpora Teguh Raharjo, menggelar pertemuan dengan Egy di kantor Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda No 3, Jumat (5/1/2018). Egy datang bersama ayah angkatnya, Subagja Suihan, juga agen, Dusan Bogdanovic.

Dalam kesempatan itu, Egy bercerita jika dia sempat mencetak dua gol di pertandingan uji coba. “Saya cetak dua gol di Saint Etienne,” ujar Egy di sela-sela pertemuan.

Sementara itu, Bogdanovic mengaku sangat bangga dengan Egy karena bisa cepat beradaptasi. Dia menegaskan bahwa Egy adalah pemain yang pantas bermain di Eropa.

“Egy di sana senang, tidak ada masalah. Bahasa, dingin, salju, makanan, bahasa itu hal biasa orang keluar negeri. Saya senang Egy luar biasa. Tapi ada satu masalah, bahasa Prancis. Mereka sombong. Mereka pikir bahasa Prancis nomor 1 di dunia,” ujar Dusan.

“Di Spanyol saja ada tiga klub, belum lagi negara lain. Tapi saya tegaskan Egy masih 17 tahun sehingga dia belum bisa dikontrak profesional. Tapi saya katakan, Egy bukan pemain untuk dicoba, tapi harus serius dikontrak,” katanya.

Namun demikian, Egy masih enggan membocorkan klub pilihannya. Menurutnya banyak hal yang harus jadi pertimbangan.

(ads/cas)


NO COMMENTS