Kepanjen – Bhayangkara FC harus kehilangan pemain karena cedera di laga melawan Arema FC. Permainan keras Singo Edan pun mendapat kritik dari kubu The Guardian.

Dalam pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Selasa (30/1/2018) malam WIB, Bhayangkara FC bermain setara 0-0 saat berhadapan dengan Arema di laga terakhir Grup E Piala Presiden 2018.

Bhayangkara FC gagal memanfaatkan peluang di laga itu hingga cuma membukukan hasil setara. Soccerway mencatat bahwa tim asuhan Simon McMenemy itu cuma menuliskan satu tembakan on target.

Peluang terbaik Bhayangkara FC didapat oleh David Da Silva di menit ke-62. Sundulannya masih menerpa mistar hingga gagal berbuah gol.

“Pertandingan sangat sulit, Arema main dengan gayannya. Semua senang dan ini pertandingan yang baik,” kata Simon kepada wartawan usai pertandingan.

Salah satu pemain Bhayangkara FC, Teuku Ichsan, mengalami cedera pada pertandingan melawan Arema di menit ke-40. Tekel yang dilakukan oleh Hanif Sjahbandi menjadi penyebabnya.

Wasit cuma mengganjar pemain timnas Indonesia U-23 itu dengan kartu kuning. Simon pun menyesalkan publik Kanjuruhan yang malah memberi tepuk tangan atas aksi Hanif tersebut.

“Saya tidak akan berkomentar, akan tetap begini selama bermain disini (Malang),” sebut Simon menjawab pertanyaan wartawan soal kepemimpinan wasit.

“Dan penonton malah tepuk tangan ketika ditandu keluar. Semua pasti sudah tahu gimana sepakbola Arema,” dia menyesalkan.

(cas/nds)



NO COMMENTS