Roma – Ujung tombak AS Roma Edin Dzeko ketagihan bikin gol di Liga Europa. Apalagi sebelum ini ia sudah dua kali bikin hat-trick di ajang itu — membantunya jadi topskorer sementara.

Dzeko sejauh ini telah mengoleksi delapan gol di Liga Europa, menjadikan pemain asal Bosnia itu sebagai topskorer bersama dengan Giuliano dari Zenit Saint Petersburg. Yang membedakan Dzeko punya kans menambah golnya sementara Giuliano tidak karena Zenit sudah tersingkir di babak 32 besar lalu.

Enam dari delapan gol Dzeko itu sendiri lahir berkat sepasang hat-trick. Yang pertama lawan Viktoria Plzen pada bulan November dan yang berikutnya ke gawang Villarreal pada leg pertama 32 besar di pertengahan Februari.

Pencaiapan Dzeko kian istimewa karena delapan golnya itu lahir cuma dalam 344 menit penampilannya di Liga Europa. Artinya secara rata-rata ia mencetak satu golnya setiap 43 menit. Sebagai perbandingan, Giuliano mencetak kedelapan golnya setelah tampil 710 menit (rerata satu gol setiap 88,75 menit).

Akan tetapi, Dzeko tak lekas berpuas diri. Ia ingin terus menjebol gawang lawan dan menambah pundi-pundi golnya.

“Saya dalam level terbaik dan saya sangat siap. Ini tidak terjadi secara kebetulan. Saya bekerja keras, sebelum dan sesudah latihan,” kata Dzeko dalam wawancaran bersama UEFA.

“Mencetak tiga gol dalam satu pertandingan tidak mudah, tetapi ketika saya melakukannya di Liga Europa itu memotivasi saya, karena saya tahu telah mencapai sesuatu yang besar. Saya ingin terus mencetak gol,” sambungnya.

Ia berkesempatan melakukannya ketika Roma bertandang ke markas Lyon dalam pertandingan leg pertama 16 besar Liga Europa, Jumat (10/3/2017) dinihari WIB.

(krs/fem)


NO COMMENTS