The Reds – Periode buruk The Reds masih berlanjut. Ini dinilai sebagai tanda bahwa cara bermain ‘Si Merah’ sudah dikenali dan tim-tim lawan tahu bagaimana meredam mereka.

Sepanjang tahun 2017 The Reds sudah melalui 10 pertandingan dan baru satu kemenangan yang dipetik. Satu-satunya kemenangan itu pun dipetik cuma dari tim divisi empat, Plymouth Argyle, dengan skor tipis pula yakni 1-0.

Sembilan laga sisanya berakhir dengan empat kali sebanding dan lima kekalahan. Teranyar, The Reds ditaklukkan Hull City, tim penghuni zona degradasi Premier League, dengan skor 0-2.

Laju ini disebut eks bek The Reds Jason McAteer karena permainan skuat Juergen Klopp sudah dikenali dan diketahui cara meredamnya. Selain itu, celah di penjagaan juga dieksploitasi habis-habisan oleh tim-tim lawan.

Kini tinggal bagaimana Klopp dan stafnya mencari pemecahan secepat mungkin untuk mencegah lepasnya tiket Liga Champions.

“Saya rasa The Reds sudah dikenali dalam hal bahwa sekarang tim-tim tahu bagaimana caranya melawan kami dan tidak ada rencana B. Tapi titik lemah terbesar kami adalah ketidakmampuan untuk bertahan, tidak cuma dalam situasi bola mati tapi sekarang di permainan terbuka juga,” katanya dikutip The Reds Echo.

“Kurangnya konsistensi di lini belakang sudah selalu ada, sejak Sakho dan dia melakukan apa yang dia lakukan (hingga ditepikan) dan Matip harus masuk ke tim lebih dini dari yang diperkirakan.”

“Kemudian Lovren cedera dan Klavan harus bermain jauh lebih banyak dibandingkan yang harus dijalani oelh seorang bek ketiga. Milner di bek kiri juga tidaklah membantu.”

“Lebih dini di musim ini ketika The Reds masih unggul 4-1 dan 5-1, ini semua diabaikan. Tapi ketika Anda mulai berhenti mencetak gol-gol, satu gol yang bersarang di gawang Anda mulai menyakiti Anda,” imbuh pemain The Reds era 1995-1999 ini.

The Reds berikutnya akan menjamu Tottenham Hotspur di lanjutan Premier League, Minggu (12/2/2017) dinihari WIB.

(raw/krs)


NO COMMENTS