London – Ada tiga anak Indonesia yang mengikuti Coaching Clinic yang diadakan Air Asia dan Queens Park Rangers. Bagaimana kesan tim pelatih QPR terhadap ketiganya?

Tiga anak Indonesia itu adalah Ahludz Dzikri Fikri, Hamsa Medari Lestaluhu, dan Muhammad Alfiqri. Mereka terpilih sebagai pemain terbaik pada ajang AirAsia – QPR Coaching Clinic di Bandung beberapa bulan lalu.

Acara itu merupakan ajang tahunan hasil kolaborasi AirAsia dan QPR Community Trust untuk memfasilitasi pesepakbola lokal usia 14-16 tahun dalam mengasah bakat mereka.

Ketiganya bergabung bersama lima anak lainnya hasil seleksi di Malaysia (Alif Amzar dan Kengo Lee), Thailand (Parin Bunyalakha dan Sathit Sishopakiri), dan China (Li Te).

Coaching Clinic” />Foto: M. Resha Pratama

Ahludz, Hamsa, dan Fiqri sudah berlatih mulai hari Senin (27/2/2017) di QPR Academy hingga Sabtu (5/3) mendatang, sebelum melakukan latih-tanding dengan tim lokal serta menonton langsung duel The Hoops dengan Cardiff City di ajang Divisi Championship.

CEO QPR Trust Andy Evans mengaku puas dengan kiprah anak-anak tersebut. Apalagi dia sudah mengikuti Ahludz dkk. sejak masih melakukan training camp di Bandung beberapa bulan lalu.

“Mereka luar biasa, mereka sudah berlatih dengan sangat baik. Yang kami lihat di Bandung, selama kami di sana, tidak hanya melihat passion mereka yang begitu akan sepakbola tapi juga talenta hebat di sana. Sejauh ini, apa yang mereka perlihatkan di sini adalah yang mereka tunjukkan selama di Bandung,” tutur Evans kepada detikSport di Loftus Road Stadium, Kamis (2/3/2017) sore waktu setempat.

Kesan QPR terhadap Tiga Anak Indonesia yang Ikut <I data-recalc-dims=Coaching Clinic” />Foto: M. Resha Pratama

Bicara lebih lanjut, Evans enggan menjabarkan siapa yang paling oke di antara ketiga pemain muda asal Indonesia itu. Bagi Andi yang terpenting adalah kemampuan mengolah bola mereka jadi lebih baik sepulangnya ke Tanah Air.

“Kami masih punya dua hari latihan lagi tapi performa mereka sejauh ini sudah bagus,” sambungnya.

“Saya rasa bukan seperti itu (soal siapa yang lebih bagus). Saya tidak ingin menunjuk siapa pemain yang lebih bagus. Kami hanya ingin kedelapan pemain muda ini termasuk tiga dari Indonesia merasakan bahwa mereka sudah berkembang permainannya, menjadi lebih baik setelah sepekan berada bersama kami,” tutup Evans.

(mrp/krs)


NO COMMENTS